4 Pemegang Saham Starbucks Terbaik (SBUX)

Ketenaran Starbucks Corporation (NASDAQ: SBUX) dimulai dari sebuah kedai kopi tunggal di Pasar Pike Place Seattle pada tahun 1971. Pada tanggal 5 Desember 2017, raja kopi memiliki lebih dari 24.000 toko yang dioperasikan dan berlisensi perusahaan secara global. Dengan awal yang sederhana, kesuksesan ledakan Starbucks adalah salah satu dari banyak kisah bisnis Amerika yang dipelajari oleh para pengusaha.

Walaupun Starbucks dikenal dengan kopinya, perusahaan terus menemukan pertumbuhan melalui minuman lain, seperti teh, bir, dan anggur. Starbucks juga terus memusatkan perhatian pada kehadiran café-nya melalui berbagai pilihan makanan yang lebih luas, renovasi restoran bergaya, program hadiah yang dirubah, dan ekspansi internasional yang berkelanjutan. Perusahaan ini membuat dorongan besar ke China, dilaporkan membuka lokasi baru setiap 15 jam. Ketika perusahaan melaporkan satu tahun lagi yang kuat dari laba per saham (EPS) pada $ 1,97 per saham pada tahun fiskal 2017, pemegang saham utama Starbucks berdiri sebagai penerima manfaat utama.

Howard Schultz

Pendiri dan mantan CEO (CEO) Starbucks Corporation, Howard Schultz adalah pemegang saham Starbucks terbesar. Schultz memegang sekitar 29,7 juta saham saham raksasa kopi tersebut sebagai pengarsipan SEC terbarunya pada Desember 2016. Schultz bergabung dengan Starbucks Coffee Company sebagai direktur ritel dan pemasaran pada tahun 1982. Dia kemudian mendirikan Starbucks pada tahun 1985, setelah Il Giornale Coffee-nya. Perusahaan membeli aset Perusahaan Kopi Starbucks. Sejak kembali ke Starbucks pada 2008, Schultz menjabat sebagai presiden dan CEO. Pada akhir 2016, ia mengumumkan bahwa ia akan menyerahkan posisi CEO ke Kevin Johnson. Schultz tetap menjadi Ketua Eksekutif Dewan untuk perusahaan.

John Culver

Setelah ketua lama dan pemegang saham besar James Shennan Jr. menjual mayoritas saham Starbucks-nya pada Februari 2016, John Culver menjadi pemegang saham individu kedua terbesar yang baru di saham Starbucks. Per November 2017, Culver memegang 331.822 saham Starbucks. Sejak bergabung dengan Starbucks pada bulan Agustus 2002, Culver telah memegang banyak posisi, termasuk presiden bisnis Starbucks Cina dan Asia-Pasifik Starbucks, presiden Starbucks Coffee International, dan menjabat dalam peran eksekutif senior lainnya dengan segmen Produk Konsumen Global perusahaan, bisnis jasa makanan dan Bisnis Kopi Terbaik Seattle. Culver saat ini adalah presiden grup Global Retail di Starbucks.

Mellody L Hobson

Mellody Hobson melampaui CEO Kevin Johnson yang baru diangkat dalam jumlah saham pada 2016. Hobson bertugas di dewan direksi Starbucks sejak Februari 2005 dan hingga November 2017, memiliki 236.217 saham perusahaan yang dilaporkan. Sejak 2000, Hobson menjabat sebagai presiden Ariel Investments LLC, sebuah perusahaan yang berbasis di Chicago dan merupakan salah satu dewan direksi di Estee Lauder Companies, Inc. dan DreamWorks Animation SKG, Inc.

Clifford Burrows

Clifford Burrows, yang telah bekerja di Starbucks sejak April 2001, adalah pemegang saham individual terbesar ketiga di Starbucks, dengan 231.829 saham pada November 2015 menurut Yahoo Finance. Burrows menjabat sebagai wakil presiden UK Starbucks pada tahun 2006 dan presiden bisnis perusahaan Eropa, Timur Tengah dan Afrika dari 2006 hingga 2008. Ia mengelola Starbucks Coffee US dari 2008 hingga 2011 dan mengambil alih pengawasan Amerika dan Amerika pada 2011. Pada 2014 , Burrows bergabung dengan Teavana sebagai presiden grup perusahaan AS dan Amerika. Burrows sejak itu menjadi presiden grup Starbucks Siren Retail hingga September 2016.

Tonton videonya: Tidak Main-Main, Jutaan Anggota Muhammadiyah Boikot Starbucks Indonesia (Desember 2019).

Loading...